Rabu, 16 Maret 2011

Imajinasi

Imajinasi itu…
Sesuatu yang terlihat sekalipun gelap
Sesuatu yang terdengar sekalipun tak terucap
Sesuatu yang tersentuh sekalipun tak bersentuhan
Suatu tempat yang belum pernah dikunjungi

Bukan Keinginan

Aku tidak pernah ingin… terlalu mengenalmu
Aku juga tidak pernah ingin…terlalu menyayangimu
Aku hanya mencoba tuk terus mengenalmu ataupun sayangimu
Sama sekali ku tak ingin, semuanya menjadi terlalu

Aku tak pernah ingin…terus menangis ratapi kepergianmu
Aku juga tak pernah ingin…terus mengharap kembalimu
Aku hanya biarkan hatiku berbicara tentang apa yang ada
Saat ini…semua terjadi di luar keinginanku

Mungkin…tak selayaknya lelaki menangis
Tapi tetap saja airmata menetes meski kutahan
Setiap aku terbayang akan dirimu

Bukan Keinginan

Aku tidak pernah ingin… terlalu mengenalmu
Aku juga tidak pernah ingin…terlalu menyayangimu
Aku hanya mencoba tuk terus mengenalmu ataupun sayangimu
Sama sekali ku tak ingin, semuanya menjadi terlalu

Aku tak pernah ingin…terus menangis ratapi kepergianmu
Aku juga tak pernah ingin…terus mengharap kembalimu
Aku hanya biarkan hatiku berbicara tentang apa yang ada
Saat ini…semua terjadi di luar keinginanku

Mungkin…tak selayaknya lelaki menangis
Tapi tetap saja airmata menetes meski kutahan
Setiap aku terbayang akan dirimu

Cobalah Relakan

Ketika lirih kudengar suaramu
Sesenggukan terisak tangis
Tahukah kamu bahwa ku disini juga menangis ?
Hatiku teriris…

Ketika pelan kudengar kau merasa sendiri
Tak ada satupun yang peduli
Aku merasa menjadi orang tak berarti
Untuk siapa aku disini ?

Ketika kau berpikir …
Bahwa hidupmu waktunya berakhir
Aku mengerti semuanya tak abadi
Tapi bukan kita penentu hidup ini

Sebenarnya

setiap orang memang harus memetik atas apa yang sudah dilakukannya
sebab akibat tak pernah mengenal apa itu khilaf
dan maaf tak pernah bisa menghapus sesuatu yang sudah berbekas
pikirkanlah hitam, maka aku adalah semua hitam yang melebihi hitam
lalu pikirkanlah putih, maka kau akan bilang tak ada putih itu di aku

mungkin memang sudah terlalu lama aku bisa membuatmu bangga
di saat terakhir ku hanya bergelimang kesalahan, membuatmu derita
hingga tanpa sadar aku mulai sepakat denganmu bahwa putih itu tak ada
hanya hitam yang setia dan mungkin hingga akhir usia tak seberapa

lepaskan sejenak pikiranmu, lupakan aku yang kini kau bentuk
lihat aku ! melewati batas hitam putih kelabu warnamu
sehitamnya kau tak mampu, ku tetap miliki perasaan di kalbu
Andai saja kau mau tahu…, itu tak berbatas egomu

Cinta Sejati

Perpisahan bukanlah akhir dari sebuah perjalanan hidup. Semua harus tetap berjalan, tak peduli penuh penyesalan dan kesedihan. Mungkin aku menanti, mungkin cinta telah mati, atau mungkin cinta sejati, tapi saat sendiri kehidupan harus terus dijalani dengan sepenuh hati.

Undangan itu, bukan berarti ku tak lagi mencintaimu. Bukan pula berarti ku tak mencintai dengan ia yang inisial namanya dirangkai dengan inisial namaku. Dulu pun aku tak mengerti, bahwa cinta sejati bisa tetap tersimpan, sambil terus berjalan menyongsong masa depan.

Pada akhirnya, cinta sejati hanya dapat dirasakan oleh yang mengalami. Sebab hati punya kita sendiri, sebab hidup harus terus dijalani.

Pencarian Pasangan Hidup

Pernah ku membenci waktu dan jarak
Saat ingin tertanam kuat di hati
Saat rindu melayang jauh di langit biru
Aku tak mampu beranjak tuk menggapainya!

Pernah ku bertanya dalam diri, apa yang kucari?
Mengapa semua berat ini kujalani?
Sedang lemah dan ego terus menghantui
“Pasangan hidup”,…jawab hati